MANFAAT LAYOUT FURNITURE – Benarkah 3D itu menipu?

 
Layout furniture, banyak yang menganggap hanya sebagai pelengkap atau pemanis didalam Denah Lantai dan juga ada yang menganggap sebagai icon ruangan saja. Namun, layout furniture memiliki nilai lebih dibandingkan pelengkap gambar kerja.
 
 
LAYOUT FURNITURE MEMBENTUK RUANG

Jika bangunan lebih menekankan konsep “form follow function”(Bentuk mengikuti fungsi) maka artinya “fungsi” memiliki peranan penting dalam membentuk dimensi ruang dan bentuk bangunan.

Pembentuk dimensi ruang ada beberapa hal, seperti ruang keluarga:

01. Pengguna, karakter & jumlahnya (ayah, ibu dan anak)

02. Aktifitas (menonton, belajar, diskusi, makan dll)

03. Sirkulasi (Dari ruang menuju teras atau kamar tidur), dst

Point nomor 2, biasanya akan menggunakan perlengkapan furniture/mebel tertentu, baik ukuran maupun penggunaan.

Dari beberapa hal diatas akan dirangkum dan di desain berapa dimensi ruang yang ideal, perletakan furniture (layout) dan sirkulasi ruang yang terbentuk.

 
 
 
FUNGSI LAYOUT FURNITURE

Jika bangunan anda lebih menekankan fungsi bangunan, alangkah disayangkan jika Denah tidak menampilkan layout furniture,

karena konsep desain tidak dapat terbaca didalam aplikasi Denah.

Ada beberapa kegunaan layout furniture, diantaranya:

1. Mempermudah perencanaan instalasi (listrik, sanitasi)

2. Mengetahui sirkulasi didalam ruangan

3. Mempermudah proses interior desain kedepan

 
 
BENARKAH 3D ITU MENIPU?

Pernyataan ini sering muncul ketika bangunan tidak sesuai dengan gambar yang dilihat. Namun apakah benar yang dilihat tersebut adalah gambar 3D atau hanya 2D. Terlalu sering kita melihat brosur perumahan menampilkan “Denah Berfuniture” bersamaan dengan visualisasi 3D. Mari kita refresh sejenak


PERBEDAAN 3D DAN 2D

3D adalah gambar yang terbentuk dari 3 vektor; x,y,z (panjang, lebar dan tinggi) sedangkan 2D adalah gambar yang terbentuk dari 2 vektor saja;

 - x,y (panjang, lebar) didalam aplikasi berupa Denah

 - x,z atau y,z (panjang, tinggi) didalam aplikasi berupa Tampak

 
 Jika perbedaan itu terletak di gambar 2D Denah berfuniture; ternyata “furniture lebih kecil daripada furniture normal”, maka ini adalah PENIPUAN SKALA

Namun, jika perbedaan itu terletak di 3D, apakah hasil akhir lebih baik dari 3D atau lebih jelek,

maka itu tergantung pada KUALITAS antara Pelaksana Bangunan (kontraktor) dan Visualizer (pembuat 3D). Si kontraktor yang belum mampu membuat hasil lebih baik dari 3D atau Visualizer yang terbatas membuat visualisasi mendekati aplikasi bangunan. Ini hanya masalah KEMAMPUAN. 

Kita dapat mengecek di gambar kerja, RAB dan dokumen perencanaan lain. Kejadian yang lebih sering adalah hasil akhir lebih baik dibanding 3Dnya.

MENYIKAPI LAYOUT FURNITURE LEBIH KECIL

Untuk “pegangan” developer agar tidak dituntut, didalam brosur perumahan sering tertulis,

“gambar diatas hanyalah tampilan visualisasi, syarat dan kelengkapan terdapat pada gambar kerja” Jadi jangan berpegangan bahwa gambar itu adalah HASIL AKHIR

Untuk merasakan dimensi ruangan, ada cara praktis;

Berdirilah berhadapan dengan sudut ruangan, ukur dimensi ruang sesuai gambar, letakkan furniture bila perlu, simulasikan aktifitas didalamnya. Dengan cara tersebut, kita dapat menarik kesimpulan apakah tampilan Layout Furniture di Denah  tersebut benar atau tidak
 
3D BAJAKAN BERPENGARUH TERHADAP HASIL AKHIR

3D dan gambar kerja 2D adalah 2 perencanaan yang saling berhubungan. Akhir-akhir ini semakin marak brosur perumahan yang tidak menggunakan gambar kerja untuk menyusun 3D, namun sebaliknya dari 3D kemudian mengira-ngira gambar kerja Denah dan Tampaknya. Dan 3D yang digunakan adalah hasil dari download internet tanpa sepengetahuan pemiliknya (3D bajakan). Hal ini “sangat berpengaruh pada hasil akhir dari bangunan yang tidak akan sama dengan 3D”. Apakah bangunannya akan terlihat lebih tinggi/rendah  dari gambar 3D atau ukuran kusen jendela yang tidak sesuai besarnya dan beberapa hal lainnya.

Apa yang dilakukan ketika melihat visualisasi 3D di brosur

Telitilah apakah perumahan tersebut memiliki web/blog yang KARYANYA TELAH DIUPLOAD di internet. Perumahan yang curang, tidak akan berani melakukan hal ini karena di internet terdapat banyak forum 3D yang anggotanya saling berkomunikasi.


Semoga tulisan ini bermanfaat & semoga kita dapat jujur dalam mendesain dan mempromosikan produk

CARA MEMBUAT ATAP

Software: 3D Max
BERBAGAI MACAM CARA VISUALISASI ATAP
Ada berbagai macam cara menunjukkan tampilan atap terutama menggunakan program 3D Max.  Ada yang memilih sekedar menggunakan texture, menggunakan plugins instan untuk modeling seperti Batzal (www.batzal.com), juga ada yang menggunakan cara manual dengan modeling satu persatu.
Perbedaan diantara menggunakan texture dan 3D asli tentunya texture lebih terlihat flat (datar) meskipun dapat menggunakan diplacement untuk menguranginya. Berikut perbedaaan antara visualisasi menggunakan texture (map) dan modeling (asli 3D)
Visualisasi menggunakan texture (map)
Visualisasi menggunakan 3D
Dengan menggunkan 3D, visualisasi dapat terlihat lebih nyata/real, dapat diambil dari sudut terdekat, namun semua tergantung pada kebutuhan visualisasi.
LANGKAH MEMODELING ATAP
Dibawah ini kami akan menjelaskan tahapan memodeling/membuat atap, mulai dari kerpus (puncak atap) dan genteng (penutup atap).
Langkah memodeling atap dapat didownload pada link dibawah ini: 

Link download:
Semoga bermanfaat
Best Regard,
RAHMAT YANI

BESI dalam BANGUNAN

January 1, 2012 Leave a comment
Berikut adalah sedikit pengetahuan yang saya dapatkan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat untuk bangunan
tahan gempa.

ISTILAH BESI DAN PERANNYA DALAM BANGUNAN

Besi, atau istilah dalam bangunan disebut Baja atau Steel adalah salah satu material dalam bangunan yang memiliki peranan penting dalam struktur & konstruksi, sebagai struktur utama atau sebagai penguat struktur beton bertulang.

Besi dibuat melalui biji besi yang dilebur dan hanya dikerjakan oleh pabrik.  Setiap produk besi memiliki pengawasan dalam pembuatannya, sesuai dengan apa yang dipesan oleh suplier, baik ukuran maupun kandungannya, karena itu tidak semua besi memiliki peruntukan yang sama.

TIPE BESI DAN PERUNTUKAN
Setiap besi yang dikeluarkan oleh pabrik memiliki sertifikasi.  Didalamnya terdapat beberapa keterangan, seperti ukuran besi, kandungan besi, bahkan sampai ke peruntukannya.  Toko bangunan yang bijaksana, tentu memiliki fotocopy sertifikasi besi yang dijual.
Ada beberapa bentuk besi, yaitu profile ataupun besi batangan.

PENGARUH BESI DALAM HARGA BANGUNAN
Besi bisa dikatakan adalah material termahal dalam bangunan.  Hampir setiap minggunya bahkan tiap harinya ada kenaikan harga besi, dan kenaikan harga besi terkadang melampaui kenaikan harga emas.  Jika sembako atau BBM tidak dapat ditimbun, maka berbeda dengan besi.  Besi dapat ditimbun digudang, sehingga para suplier dapat berspekulasi harga, naik atau stabil (kalau turun sepertinya sangat jarang). Karena harga yang sangat tinggi ini maka
apabila besi dapat terbeli, akan besar kemungkinan bangunan dapat terselesaikan.  Maka, “timbunlah” besi dalam gudang apabila anda ingin Rencana Anggaran & Pelaksanaan lebih terkontrol.

UKURAN TOKO MENGAPA SELALU BERBEDA
Anda mungkin pernah mendengar istilah-istilah ini ditoko:
- Besi 12 kurus
- Besi 12 gemuk
- Besi 12 banci
Istilah “kurus” atau “banci” bisa diartikan “kurang dari”, sedangkan “gemuk” diartikan “lebih dari”.  Istilah-istilah seperti ini tidak perlu karena sifatnya hanya membohongi pembeli dengan ketidak-transparan barang yang diberikan.  Ada sketmatch untuk mengukur diameter besi atau ukuran besi dapat dilihat dari surat jalan & sertifikasi besi.  Upayakan setiap perjanjian jual beli besi ini menggunakan ALAT UKUR TEKNIS bukan ALAT UKUR ISTILAH.

MENGETAHUI BESI BERMUTU BAIK

Besi bisa dikatakan material fleksibel, baik secara sifatnya yang bisa dibengkokkan juga sifatnya yang dapat dilebur lagi (reject).  Besi yang baik mutunya adalah besi yang sekali lebur, dan bukan besi yang didaur ulang (lebih dari 1x lebur)

Ada beberapa cara melihat besi bermutu baik, secara kasat mata adalah:
1.  Besi mulus (karat pada besi tidak terlalu parah)

2.  Tidak ada “kuping” pada besi
Besi berkuping bukan berarti tanpa sebab dan bukan lebih baik karena volumenya ditambahkan kuping.  Besi berkuping lebih dikarenakan barang reject (daur ulang), besi mengalami gagal produksi saat peleburan namun “ditimpa/ditambah” lagi masa besi sehingga sesuai yang diinginkan

3. Diameter sama dari pangkal awal, tengah dan akhir

4. Panjang besi sesuai dengan ketentuan, 12 meter atau sesuai kesepakatan



5. Untuk mengukur daya lentur, bengkokkanlah besi 180 derajat kearah berlawanan dan dikembalikan 180 derajat kearah berlawanan.  Besi yang baik adalah yang memiliki tingkat kelenturan tinggi dan tidak mudah patah

6. Belilah besi yang bersertifikat sesuai dengan peruntukan.
Kadang ada yang mengatakan, beli besi dengan merk hanya 1 kata (seperti: xx) bukan terdiri dari 2 kata (seperti: xx xx) karena kualitas yang hanya 1 kata biasanya lebih baik.  Atau yang tidak tercantum merknya sekalian.

7.  Telitilah masa jenis besi, cocokkan dengan sertifikasi yang ada pada suplier besi.
Saran kami,
-  Jika anda membeli langsung ke toko, maka kawallah besi dari toko hingga ke tujuan sehingga tidak ada “oplosan”.
-  Jangan turunkan besi dari truknya, apabila tidak ada tenaga teknis yang mengecek ke kondisi besi dalam truk dan dapat terlihat jelas sebelum diturunkan

BAHASA DIPLOMATIS PARA SUPLIER BESI
Mungkin anda pernah mendengar beberapa ungkapan ini:
- “Pesan besi secepatnya, minggu depan ada informasi harganya akan naik…”
[Sejak kapan harganya turun?]
- “Besi ini sudah dari pabriknya…” (ketika besi diketahui ada cacat/tidak sesuai dengan pemesanan)
[Memangnya ada besi yang dibuat secara home industri?]

CARA MENGHITUNG BESI
Untuk menghitung kebutuhan besi dengan satuan berat (Ton) mungkin dapat dilakukan dengan mudah tetapi jika satuannya adalah batang maka diperlukan kecermatan pengolahan.  Jika dengan satuan berat, cukup membandingkan volume beton dengan prosentase atau volume besi profil.  Namun jika satuannya batang, maka estimasi kebutuhan besi dilakukan secara manual.  Jika besi utuh diproduksi per-12meter, maka besi dibagi tidak harus perbagian (seperti: kolom tersendiri, balok tersendiri) namun dihitung secara total dalam 1 bangunan, dan perhitungan dilakukan dengan meminimalkan sisa potongan.  Semakin minim sisa potongan, maka semakin minim besi yang dibutuhkan. Tidak ada besi sisa, besi hasil pemotonganpun dapat dimanfaatkan sebagai angkur.

CARA MERAWAT BESI
Apabila anda ingin mengamankan Rencana Anggaran Pelaksanaan dengan cara menyimpan besi, maka sediakanlah gudang atau tempat yang terutup dari hujan dan angin laut.  Tutup besi dengan terpal dan ambil sesuai keperluan.
Bagi anda yang memiliki bangunan tumbuh, dan terdapat besi sambungan (stek), maka tutuplah dengan cat besi atau diprofil beton lunak untuk mencegah terkena air hujan langsung.  Jika ingin digunakan, profil dapat dihancurkan atau cat dapat diamplas.

Sekian & semoga bermanfaat

DESAIN FASADE KLINIK & APOTEK

October 26, 2010 2 comments

Nama Proyek :  Desain Fasade Klinik & Apotek

Lokasi :  Merauke, Irian
Owner :  mr. Andi
Menurut keterangan owner, lokasi berada pada kawasan yang sering terjadi konflik & mabuk-mabukan pada malam hari.  Lokasi berada disamping bangunan Mulindah, Fotocopy & Photograph service, yang pernah kami desain sebelumnya.

Beberapa keinginan yang ingin ditampung didalam perencanaan Fasade diantaranya:
- Desain unik, elegan, minimalis & modern
- Dapat diubah sebagai bangunan “anti huru-hara”
- Pada malam hari semua fasade bisa ditutup namun terdapat loket pada apotek untuk pelayanan 24 jam
 

PROGRESS DESAIN
Proses Pencarian Bentuk
Tampilan (Fasade) bangunan tidak serta merta langsung jadi, namun membutuhkan tahapan proses menuju bentuk yang diinginkan.
Berawal dari beberapa contoh bangunan yang dijadikan acuan awal, ide fasade mulai dikembangkan.

Dari beberapa bentuk bangunan diatas, mulai dicoba mix & match fasade bangunan.

DESAIN FASADE
Denah Bangunan
Lantai I akan fungsikan sebagai Ruang Informasi & Apotek

Lantai II rencana akan difungsikan sebagai foodcourt atau cafe.

Tampak Bangunan
Terdapat space untuk menutup bagian dinding kaca menggunakan sliding door

Pencahayaan (lighting) Bangunan
Terdapat 4 macam pencahayaan bangunan pada fasade bangunan, yaitu: Lampu taman, continuous light pada foyer plafond & dinding, spot light (lampu sorot) pada bagian atas foyer, dan lampu billboard untuk apotek 24 jam 

Fasade Siang hari
Penggunaan dinding kaca dapat menghemat penggunaan lampu pada siang hari.

Nama bangunan dapat terlihat jelas dari kejauhan

Kanopi pada teras dapat melindungi teras dari hujan & sinar matahari

Tersedia fasilitas ramp untuk diffable karena bangunan termasuk public relations

Fasade Malam hari
Nama bangunan dapat terlihat jelas dari kejauhan dimalam hari & fungsi pada tiap area diupayakan dapat berjalan optimal

Untuk mendapat kesan elegan pada malam hari digunakan beberapa lampu,diantaranya lampu spot keatas nama bangunan untuk menangkap kesan tinggi & continuous light untuk menangkap kesan luas.

Fasade Tengah Malam & Jika terjadi huru hara
Pada bagian dinding dan jendela kaca dirancang agar dapat ditutup apabila ada keadaan darurat (huru-hara) atau pada malam hari untuk memaksimalkan dari aspek keamanan bangunan.

Loket untuk pelayanan malam hari
Tersedia loket untuk pelayanan malam hari walaupun bangunan telah tertutup rapat

MULINDAH PHOTOGRAPH & PHOTOCOPY SERVICE

October 26, 2010 Leave a comment

Nama Proyek: Renovasi Mulindah Photograph & Photocopy Service

Lokasi: Merauke, Irian

Owner: mr. Thomas

Membutuhkan waktu relatif lebih lama ketika mendesain ruko ini karena dalam mendesain sang pemilik dibantu oleh seorang designer butik yang sangat mengerti seni & komposisi bentuk.  Ruko ini bernama Mulindah, merupakan Fotocopy & Photograph service.  Pekerjaan renovasi ini meliputi Renovasi Exterior (Fasade) & Interior (Dalam Ruang)

EXTERIOR DESIGN

Tampilan Existing exterior bangunan hanya berupa deretan ruko beratap pelana cukup sederhana.

Progress 01

Untuk progress awal kami memberikan tampilan sederhana sebagai “pancingan” agar saat diskusi keluar semua keinginan dari owner & ide-ide baru.

Progress 02 

Desain mulai direvisi, fasade menggunakan material besi holow & logo dari bahan logam ringan

Progress 03 

Form mulai dimaksimalkan dengan penambahan bidang vertikal agar tidak terlalu ballance dan menutup sisa atap yang masih terlihat pada desain sebelumnya dengan menggunakan material logam ringan (zinc allum)

Progress 04 

Final desain.  Warna exterior bangunan difixkan dengan warna kuning & hijau

INTERIOR DESIGN 

Eksisting bagian depan interior ruko adalah berupa ruang kosong & ruang produksi foto (ruang gelap).

Progress 01

Posisi kasir masih menyatu dengan kursi layanan & manajemen toko belum terfikirkan

Progress 02

Posisi kasir mulai dimunculkan, ruangan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu area fotocopy service & area photography service.

Meja lengkung lebih tinggi dibanding meja etalase.

Progress 03 

Revisi bentuk kasir, karena bagian tersebut adalah point of interest ketika pengunjung masuk ke dalam ruangan (membuka pintu).

Dan revisi meja sudut (meja lengkung) disejajarkan tingginya dengan meja etalase lain serta penyusunan furniture mulai dioptimalkan.

Progress 04 

Final Desain. Bentuk kasir & backdropnya disempurnakan termasuk furniture dimasing-masing area.

Hasil Final dari desain adalah sebagai berikut:

DENAH

Denah berikut merupakan gambar kerja perencanaan interior

FURNITURE 

Dikarenakan furniture akan diproduksi di tempat lain, maka furniture (meja) didesain menjadi bagian-bagian kecil yang dapat dirakit & disatukan di lokasi.

PHOTOCOPY AREA 

Dinding menggunakan warna lebih gelap pada bagian yang berdekatan dengan mesin fotocopy karena pada bagian ini lebih sering kotor dampak dari mesin fotocopy.  Pada bagian plafond  diberikan warna yang berbeda untuk mempertegas ruangan & memberikan perbedaan intensitas cahaya, pada ruang fotocopy cahaya lebih dimaksimalkan & merata.

Agar dinding tidak monoton, maka diletakkan logo dari Mulindah.  Mungkin dalam keadaan aslinya, akan diletakkan pula berbagai macam assesoris fotocopy, seperti sample untuk hardcover, dll.

PHOTOGRAPHY AREA 

Pada bagian photography, ruangan lebih ke konsep perbedaan gelap terang (cahaya tidak merata) dengan meletakkan spot-spot tertentu & continuous light pada bagian atas lemari pajang.  Dari perbedaan gelap terang ini, kesan yang ingin diambil adalah agar lebih dramatis.

Disediakan ruang penerimaan file untuk order yang bersifat digital.

CASHIER AREA

Bagian kasir terdiri dari ruang serah terima dokumen & ruang penyimpanan (terletak dibagian belakang kasir).  Kasir terhubung dengan bagian produksi photography  melalui jendela yang terletak dibagian belakang backdrop kasir.

Meja kasir terdiri dari beberapa bagian meja dengan penambahan lampu & kaca sandblast pada bagian depan meja. 

Pada bagian perpotongan meja diletakkan elemen tambahan seolah-olah meja kasir menyatu dan memanjang

Dan inilah bentuk kasir sebagai point of interest pengunjung ketika baru memasuki ruangan

LEMARI SHOWOFF & RUANG TUNGGU

Untuk melengkapi “ruang service” pada tiap area maka pada masing-masing ruang disediakan ruang tunggu.  Dan pada area photography service

disediakan pula lemari showoff untuk meletakkan berbagai macam assesorif foto, seperti bingkai, tripod, kamera, dan lain-lain.

CAFE, FOOD COURT, KARAOKE AND MULTIFUNCTION ROOM

Nama Proyek: Rumah & Gudang
Lokasi: Wonosobo, Jawa Tengah
Owner: Mrs. Hana

Proyek ini merupakan keberlanjutan dari proyek terdahulu (proyek Interior Ruko Mr Philip).

KEADAAN EKSISTING BANGUNAN
Didalam proyek ini pekerjaan utamanya adalah merestrukturisasi bangunan (memperkuat bangunan lama) & merenovasi bangunan menjadi sebuah cafe, foodcourt, ruang serbaguna & ruang karaoke.

RENCANA RENOVASI FASADE
Renovasi pada fasade tidak begitu banyak dilakukan. Fasade berada pada jalan satu arah & terdapat gapura yang menghalangi pandangan.maka untuk memasang iklan bangunan dipasang papan billboard pada lantai 2 dan menghadap arah bidang baca (alur kendaraan)

Pintu masuk kedalam bangunan tidak diberikan agar terkesan lebih “welcome” dan tidak privat.  Ruang dalam bangunan disusun berdasar karakter fungsi ruang, dari layanan bersifat publik (Food court & Tempat Oleh-oleh) ke layanan lebih privat (karaoke, cafe & gedung serbaguna)


LANTAI I

FOOD COURT
Food court mengambil tema biru sebagai warna utama.  Dengan lampu continuous light pada bagian plafond (ceiling) menambah kedinamisan ruang.  Semua foto makanan yang disajikan dipajang dengan tersusun rapi & representatif.  Pada tiap meja dipersiapkan lampu dengan menyorot kearah makanan saja, bukan ke orang yang tengah makan agar lebih nyaman ketika menikmati makanan.

GARDEN RESTO
Area ini merupakan restoran terbuka disamping bangunan.  Dengan menggunakan dinding caprut sederhana & kolam, pengunjung dapat menikmati suasana ruang luar tidak terganggu polusi kendaraan.  Ruang ini juga dapat dijadikan tempat diskusi.

LANTAI II

RUANG SERBAGUNA (MULTIFUNCTION ROOM)
Ruang ini merupakan ruang sewa untuk kegiatan rapat, pesta ulang tahun dan lainnya.  Ruang serbaguna didesain menggunakan bukaan kusen jendela pada bagian samping, agar udara & cahaya dapat masuk juga pada bagian dinding plafond.
Pencahayaan dalam ruang dan panggung pentas diberikan semaksimal mungkin untuk menghidupkan suasana/acara yang tengah berlangsung, seperti pesta ulang tahun, reuni dan pesta keluarga lainnya.

CAFE
Cafe menggunakan warna-warna primer (merah, kuning & biru) dengan warna putih sebagai penyatu warna.

Ruang Duduk
Dinding ruang pada cafe dirancang menggunakan bahan multiplek bercat merah disusun timbul tengelam sehingga ruang lebih terkesan dinamis.  Plafond tidak sepenuhnya menggunakan bahan gypsum namun juga dipadu dengan material kayu yang tersusun seperti alur

Bar
Karena ruang yang sedikit sempit, meja bar dilengkungkan namun tetap menimbulkan kesan dinamis.
Lampu Kitchenset menggunakan warna Hijau dan biru & dinding berkeramik mozaik kecil.  Dinding Kitchenset pada bar ditata karena bagian ini adalah background dari Bar itu sendiri

Almari Buku & Televisi
Pada area ini terdapat televisi yang juga dapat dilihat dari ruang duduk agar dapat digunakan untuk “nontong bareng”, seperti pada saat pertandingan bola dan lainnya.  Almari buku disusun sedemikian rupa tidak mengganggu sirkulasi namun juga indah dilihat.  Pada Almari dinding diberikan sedikit pencahaan pada bagian belakang untuk melihat jelas judul buku yang dipajang

Cafe Outdoor
Semerawutnya kota wonosobo ternyata juga dapat diangkat sebagai background menarik pada cafe outdoor.  Cafe menggunakan kursi payung dengan lampu continuous light pada dinding caprut cafe.  Cafe sederhana tapi nyaman & menarik, itulah konsep utamanya

KARAOKE
Pemilihan warna
Warna utama yang dipilih untuk ruang Karaoke adalah Warna Merah dan dipadu dengan warna coklat untuk kayu dan mebelair dan warna putih untuk Sofa.  Pemilihan warna merah dimaksudkan agar suasana lebih hangat dan semangat ketika sedang berkaraoke-an.

Peredam suara
Karaoke identik dengan suasana bising dan getaran terlebih apabila sang penyanyi bersuara falls.  Terlebih Ruangan ini berdampingan dengan Ruang Cafe.  Maka untuk meredam suara tersebut digunakan kayu lunak pada bagian backdrop TV dan bantal kecil pada seluruh bagian dinding.


Lighting
Agar bantal-bantal yang disusun tidak terkesan monoton maka dipasang bidang menerus dengan menempelkan cermin pada bagian depannya dan lampu continuous light pada bagian dalam bidangnya.  Lampu ini akan berpendar kearah atas dan bawah yang akan menambah suasana hangat dalam ruang.

INTERIOR RUANG KELUARGA MINIMALIS, JAKARTA

April 30, 2010 Leave a comment

Nama Proyek: Interior Ruang Keluarga, Ruang Makan & Kitchenset Minimalis
Lokasi: Jakarta
Owner: Mr. Pambudi (from Tukang Siaga.com)

Pada proyek ini kami bertindak sebagai bagian (subkon) dari tukangsiaga.com untuk mendesainkan interior rumah, kabarnya pemiliknya adalah salah seorang kapolda di Jakarta.

( Denah Rumah Keseluruhan )


Interior desain yang ditugaskan ada 3 Ruang Utama, yaitu:
- Ruang Keluarga
- Ruang Pantry dan
- Ruang Makan
Dan inilah Denah Layout Interior yang dicuplik dari Program 3Ds Max

( Layout Interior )


Tema secara keseluruhan dari interior rumah adalah minimalis, maka bentuk lebih didominasi dengan bidang garis dan warna-warna yang menjadi pilihan adalah Choconut Brown (Coklat Tua) untuk furniture dan
Dinding menggunakan warna Coklat muda.

SOFA dan MEJA RUANG KELUARGA
Sofa pada ruang keluarga menggunakan warna netral yaitu abu-abu dan dipadu Bantal berukuran besar dan kecil berwarna putih kecoklat-coklatan.  Pada bagian meja menggunakan material kayu utuh berlapis jati dengan bentuk minimalis.  Diatas meja diletakkan taplak panjang berlapis sebagai ornamen yang kontras di ruang keluarga

( Sofa Ruang Keluarga )


BACKDROP TV dan DRESSOIR RUANG KELUARGA
Karena bentuk Ruang Keluarga yang tercipta memanjang satu garis maka backdrop TV di desainkan memanjang pula mengikuti Sofa Ruang Keluarga.  Dan untuk mempertegas ruang, pada rak backdrop disusun memanjang dengan warna perak (silver), begitupula untuk dressoir (meja) TV.  Agar bidang tonton lebih terpusat & backdrop tidak terkesan monoton maka warna backdrop pada bagian tengah diberikan warna lebih terang.

( Backdrop Ruang Keluarga )


KITCHENSET dan MEJA BAR RUANG PANTRY
Kitchenset didesain maju-mundur agar tidak terlalu flat dan pada bagian cooker hook (pemanggangan) lemari lebih di naikkan.  Meja Bar diletakkan bersebelahan dengan kitchenset dan terdapat jendela agar suasana di Bar lebih segar dan nyaman.

( Kitchenset dan Bar pada Pantry )


RUANG MAKAN
Bersebelahan dengan Ruang Pantry terdapat Ruang Makan Utama.  Meja makan menggunakan furniture sederhana namun untuk menambah fariatif desain, maka diletakkan backdrop dengan alur menerus, Dressoir & Lukisan, serta lampu dinding yang ditata menerus mengikuti alur jendela

( Ruang Makan Utama )

Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.