INTERIOR NOVOTEL

Nama Proyek: Interior Novotel

Lokasi: Yogyakarta, DIY
Owner: Hotel Novotel


Menuju Visit Indonesia, Hotel Novotel Yogyakarta akan melakukan Renovasi secara bertahap dari rancangan interior yang lebih bernuansa budaya (heritage) menuju nuansa modern dan minimalis.
Berikut merupakan penjelasan karya kami dalam beberapa penawaran perancangan interior hotel Novotel Yogyakarta.

PERGOLA RUANG KAYU API
Ruang Kayu Api adalah nama sebuah ruangan yang berupa restoran outdoor dan biasa digunakan untuk acara barbeque dan “pesta kebun”. Pergola yang digunakan pada keadaan eksisting terbuat dari bahan chroom dan beratapkan kain.

(Gambar keadaan Ruang Kayu Api)


Dalam design diminta untuk membuatkan beberapa type pergola berbahan dasar kayu glugu (kelapa) dan tetap beratap kain. Dalam mencari bentuk pergola, maka kami mensurvey beberapa varian bentuk pergola.

(Gambar contoh pergola)

Dan akhirnya kami memberikan 3 type pergola sesuai tuntutan owner.
Gambar variasi desain pergola


INTERIOR RUANG LOBBY
Eksisting Ruang Lobby Novotel memiliki perpaduan beberapa arsitektur etnik Indonesia, seperti Jawa, Bali, dan dipadu juga dengan konsep minimalis.

Dalam design dituntut menyelesaikan beberapa hal yang ingin diwadahi, diantaranya:
– Sofa dalam keadaan awal lebih sering kotor dan sulit membersihkan.
Maka busa sofa ditambahkan kain pelapis agar pengguna ruang tidak langsung duduk ke busa sofa

– Tempat koran terletak agak tidak terlihat dari tempat duduk Lobby, dan masih menggunakan bentuk biasa. Maka tempat koran diletakkan pada area yang dapat dilihat dengan mudah dan menggunakan bentuk yang disesuaikan dengan bentuk kursi

– Batu candi dibawah bunga terkesan masif.
Maka kami mengganti dengan bahan kayu dan terdapat lampu yang dapat berubah warna sesuai dengan tema Hotel

– Ruang pamer Gamelan, terletak dibawah seolah seperti kurang terhormat dan mengganggu sirkulasi.
Dan Ruang Cafe tidak memiliki pembatas ruang dengan ruang Lobby
Maka dibuatkan dressoir untuk dudukan Ruang Pamer Gamelan yang didalamnya terdapat lampu dan dapat membuat Gamelan lebih indah dan terhormat. Sekaligus sebagai background ruang gamelan diberikan sekat ruang Gamelan dan Cafe berupa bilah kayu yang terpasang vertikal dengan terdapat lampu pada bagian atas partisi tersebut.

Dan berikut desain yang kami tawarkan kepada pihak Novotel

SEBUAH PENGALAMAN BERHARGA DARI PEKERJAAN DIATAS
Proyek ini ternyata tidak berjalan sebagai mana yang diharapkan. Pada awalnya, salah satu pihak hotel yang menghubungi kami ingin mengadakan kerjasama sebagai vendor perencanaan dari hotel. Setelah perencanaan itu berjalan dan ada desain yang telah disetujui maka pihak hotel meminta kerjasama kembali sebagai vendor pelaksanaan sekaligus. Karena RAB dalam pelaksanaan tidak disetujui maka semua dibatalkan termasuk perencanaan. RAB kepada bagian “pimpinan” harusnya berbeda jika diberikan kebagian “penghubung” dan seterusnya, itulah alasannya…….

Pelajaran berharga yang dapat kami kutip dari kejadian ini
1. Jangan pernah menggabungkan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan.
Pekerjaan memang seharusnya dilakukan secara bertahap, step by step, jika pekerjaan perencanaan telah selesai dan terbayar maka dilanjutkan ke pekerjaan pelaksanaan.

2. Jangan pernah menitipkan karya apapun kepada konsumen jika tidak ada perjanjian atau DP dengan alasan apapun.
Karena saat ini sangat mudah dilakukan penggandaan karya, maka karya/hasil pekerjaanpun dapat digandakan. Dan jika perencanaan ditolak, konsumen sangat mudah melenggang tanpa membayar upah pekerjaan perencanaan.
Alasan apapun itu, apakah akan didiskusikan, akan ditawarkan ke bapak pimpinan, maka harus ada “pegangan yang sebanding” untuk dititipkan, apakah itu DP atau surat perjanjian. Serah terima, ada yang diserahkan dan ada yang diterima. Atau ada uang ada barang, kalau diibaratkan dalam hal berdagang.

3. Jangan pernah percaya pada label apapun.
Bekerja profesional, antara konsumen dan penyedia jasa, tanpa ada pengaruh apapun, apakah dia seorang sahabat, keluarga atau sebuah label besar. Jangan langsung terpesona melihat label besar, karena semakin besar label akan semakin besar tingkat birokrasi dan semakin sulit mendapatkan DP.

Semoga pengalaman ini dapat bermanfaat untuk rekan-rekan yang baru memulai jasa arsitektur untuk tidak mudah menitipkan hasil karya apapun jika belum ada serah terima, yang diserahkan sebanding dengan yang diterima, tidak sekedar ucapan terimakasih.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: