BESI dalam BANGUNAN

Berikut adalah sedikit pengetahuan yang saya dapatkan dalam Program Pemberdayaan Masyarakat untuk bangunan
tahan gempa.

ISTILAH BESI DAN PERANNYA DALAM BANGUNAN

Besi, atau istilah dalam bangunan disebut Baja atau Steel adalah salah satu material dalam bangunan yang memiliki peranan penting dalam struktur & konstruksi, sebagai struktur utama atau sebagai penguat struktur beton bertulang. 

Besi dibuat melalui biji besi yang dilebur dan hanya dikerjakan oleh pabrik.  Setiap produk besi memiliki pengawasan dalam pembuatannya, sesuai dengan apa yang dipesan oleh suplier, baik ukuran maupun kandungannya, karena itu tidak semua besi memiliki peruntukan yang sama.

TIPE BESI DAN PERUNTUKAN
Setiap besi yang dikeluarkan oleh pabrik memiliki sertifikasi.  Didalamnya terdapat beberapa keterangan, seperti ukuran besi, kandungan besi, bahkan sampai ke peruntukannya.  Toko bangunan yang bijaksana, tentu memiliki fotocopy sertifikasi besi yang dijual.
Ada beberapa bentuk besi, yaitu profile ataupun besi batangan.

PENGARUH BESI DALAM HARGA BANGUNAN
Besi bisa dikatakan adalah material termahal dalam bangunan.  Hampir setiap minggunya bahkan tiap harinya ada kenaikan harga besi, dan kenaikan harga besi terkadang melampaui kenaikan harga emas.  Jika sembako atau BBM tidak dapat ditimbun, maka berbeda dengan besi.  Besi dapat ditimbun digudang, sehingga para suplier dapat berspekulasi harga, naik atau stabil (kalau turun sepertinya sangat jarang). Karena harga yang sangat tinggi ini maka apabila besi dapat terbeli, akan besar kemungkinan bangunan dapat terselesaikan.  Maka, “timbunlah” besi dalam gudang apabila anda ingin Rencana Anggaran & Pelaksanaan lebih terkontrol.

UKURAN TOKO MENGAPA SELALU BERBEDA
Anda mungkin pernah mendengar istilah-istilah ini ditoko:
– Besi 12 kurus
– Besi 12 gemuk
– Besi 12 banci
Istilah “kurus” atau “banci” bisa diartikan “kurang dari”, sedangkan “gemuk” diartikan “lebih dari”.  Istilah-istilah seperti ini tidak perlu karena sifatnya hanya membohongi pembeli dengan ketidak-transparan barang yang diberikan.  Ada sketmatch untuk mengukur diameter besi atau ukuran besi dapat dilihat dari surat jalan & sertifikasi besi.  Upayakan setiap perjanjian jual beli besi ini menggunakan ALAT UKUR TEKNIS bukan ALAT UKUR ISTILAH.

MENGETAHUI BESI BERMUTU BAIK

Besi bisa dikatakan material fleksibel, baik secara sifatnya yang bisa dibengkokkan juga sifatnya yang dapat dilebur lagi (reject).  Besi yang baik mutunya adalah besi yang sekali lebur, dan bukan besi yang didaur ulang (lebih dari 1x lebur)

Ada beberapa cara melihat besi bermutu baik, secara kasat mata adalah:
1.  Besi mulus (karat pada besi tidak terlalu parah)

2.  Tidak ada “kuping” pada besi
Besi berkuping bukan berarti tanpa sebab dan bukan lebih baik karena volumenya ditambahkan kuping.  Besi berkuping lebih dikarenakan barang reject (daur ulang), besi mengalami gagal produksi saat peleburan namun “ditimpa/ditambah” lagi masa besi sehingga sesuai yang diinginkan

3. Diameter sama dari pangkal awal, tengah dan akhir

4. Panjang besi sesuai dengan ketentuan, 12 meter atau sesuai kesepakatan



5. Untuk mengukur daya lentur, bengkokkanlah besi 180 derajat kearah berlawanan dan dikembalikan 180 derajat kearah berlawanan.  Besi yang baik adalah yang memiliki tingkat kelenturan tinggi dan tidak mudah patah 

6. Belilah besi yang bersertifikat sesuai dengan peruntukan.
Kadang ada yang mengatakan, beli besi dengan merk hanya 1 kata (seperti: xx) bukan terdiri dari 2 kata (seperti: xx xx) karena kualitas yang hanya 1 kata biasanya lebih baik.  Atau yang tidak tercantum merknya sekalian.

7.  Telitilah masa jenis besi, cocokkan dengan sertifikasi yang ada pada suplier besi.
Saran kami,
–  Jika anda membeli langsung ke toko, maka kawallah besi dari toko hingga ke tujuan sehingga tidak ada “oplosan”.
–  Jangan turunkan besi dari truknya, apabila tidak ada tenaga teknis yang mengecek ke kondisi besi dalam truk dan dapat terlihat jelas sebelum diturunkan

BAHASA DIPLOMATIS PARA SUPLIER BESI
Mungkin anda pernah mendengar beberapa ungkapan ini:
– “Pesan besi secepatnya, minggu depan ada informasi harganya akan naik…”
[Sejak kapan harganya turun?]
– “Besi ini sudah dari pabriknya…” (ketika besi diketahui ada cacat/tidak sesuai dengan pemesanan)
[Memangnya ada besi yang dibuat secara home industri?]

CARA MENGHITUNG BESI
Untuk menghitung kebutuhan besi dengan satuan berat (Ton) mungkin dapat dilakukan dengan mudah tetapi jika satuannya adalah batang maka diperlukan kecermatan pengolahan.  Jika dengan satuan berat, cukup membandingkan volume beton dengan prosentase atau volume besi profil.  Namun jika satuannya batang, maka estimasi kebutuhan besi dilakukan secara manual.  Jika besi utuh diproduksi per-12meter, maka besi dibagi tidak harus perbagian (seperti: kolom tersendiri, balok tersendiri) namun dihitung secara total dalam 1 bangunan, dan perhitungan dilakukan dengan meminimalkan sisa potongan.  Semakin minim sisa potongan, maka semakin minim besi yang dibutuhkan. Tidak ada besi sisa, besi hasil pemotonganpun dapat dimanfaatkan sebagai angkur.

CARA MERAWAT BESI
Apabila anda ingin mengamankan Rencana Anggaran Pelaksanaan dengan cara menyimpan besi, maka sediakanlah gudang atau tempat yang terutup dari hujan dan angin laut.  Tutup besi dengan terpal dan ambil sesuai keperluan.
Bagi anda yang memiliki bangunan tumbuh, dan terdapat besi sambungan (stek), maka tutuplah dengan cat besi atau diprofil beton lunak untuk mencegah terkena air hujan langsung.  Jika ingin digunakan, profil dapat dihancurkan atau cat dapat diamplas.

Sekian & semoga bermanfaat
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: