RUMAH MINIMALIS TROPIS PAK PUJI

Nama Proyek :  Desain Rumah Minimalis Tropis

Lokasi :  Yogyakarta
Owner :  mr. Puji
DESAIN DENAH
A. DENAH BANGUNAN
Analisa kebutuhan ruang dan kedekatannya
Pemilik lebih sering berada diluar kota, jadi menginginkan rumah tertata dari sisi fungsi maupun keamanan. Kebutuhan ruang untuk pemilik, seperti; ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur dan ruang makan merupakan area privat pemilik rumah. 

Namun agar pembantu/asisten rumah tangga tetap dapat melakukan aktifitas, maka dibuat alur kedekatan ruang yang tetap optimal melakukan pekerjaan. Beberapa ruang yang berkaitan: Ruang tidur pembantu, ruang cuci jemur yang terkait dengan taman belakang, pantry/dapur bersih.


Disamping itu, juga terdapat beberapa ruang service untuk keduanya, seperti; Taman depan, Garasi dan Teras untuk menerima tamu bila pemilik sedang keluar kota.

(gambar kebutuhan ruang)

Plotting ruang pada Denah
Dari analisa diatas, maka dengan menggunakan puzzle berusaha disusun beberapa alternatif. Dan alternatif yang paling memungkinkan untuk memfasilitasinya adalah denah sebagai berikut.

(Denah Plotting site)

Pembagian bangunan dan open space
Kebutuhan bangunan dan open space diupayakan berimbang, area terbangun tidak lebih dari 60% dan open space 40%. Dengan tujuan agar lebih optimal mendapatkan penghawaan alami, pencahayaan alami, dan menjaga kebutuhan air tanah dengan memperbesar area resapan tanah. Pencahayaan dan penghawaan alami dioptimalkan agar lebih hemat energi.

(gambar situasi)

Berikut merupakan siteplan keseluruhan;

(Gambar denah keseluruhan)



DESAIN FASADE / TAMPAK BANGUNAN
KONSEP TAMPAK BANGUNAN

 
(gambar tampak bangunan)

Atap sederhana limasan tropis
Atap menggunakan bentuk yang sederhana, tanpa adanya jurai dalam. Batasan atap ini dipertegas dengan profil ban-banan yang menerus sepanjang atap dan topi-topi yang mewadahi bukaan. Bukaan berupaya dimaksimalkan dengan menggunakan krepyak, bouven dan jendela-jendela, mengurangi penggunaan AC.

(gambar 3D keseluruhan siang hari)


Perbedaan level atap
Agar tidak cenderung flat, datar, terlalu sederhana, maka level atap ditiap bagian diberi perbedaan. Perbedaan level atap ini dengan tujuan agar bangunan lebih terlihat dinamis. Posisi level tertinggi ada pada bagian utama rumah, dilevel tengah pada bagian kamar, dan level paling rendah ada di teras. Perbedaan level ini juga mempertimbangkan sudut pandang manusia dari bawah, sehingga level dibuat berundak seperti bangunan candi.

(gambar 3D keseluruhan malam hari)

Point of interest Teras
Pada bagian teras depan disusun beberapa kolom yang menyirip dengan tujuan sebagai “point of interest”, fokus utama apabila melihat bangunan. Kisi-kisi ini juga berfungsi sebagai screening dari pandangan luar bangunan ke teras. 

(gambar teras siang hari & malam hari)


Ornamen Batu Tempel
Batu tempel yang digunakan berupa andesit dengan dimensi persegi panjang atau yang lebih dikenal sebagai batu susun sirih. Karena dimensinya yang persegi panjang, maka dapat dijadikan konsep bangunan lebih terlihat luas dengan memasang horizontal.

(gambar batu tempel)
 

Pada tiap jendela, diberikan pot sepanjang jendela dengan dilapis keramik bermotif kayu agar terkesan alami.

(gambar taman samping dan belakang)

Carport Minimalis
Carport menggunakan polycarbonate namun diupayakan serasi dengan bangunan, tidak sembarang menempel. Pada sisi kolom didesain memanjang sebagai wadah lampu dinding dan pot. 

(gambar 3D taman siang & malam hari)



DESAIN INTERIOR
KONSEP 
Pemilihan warna
Untuk mendukung konsep alami, maka dipilih warna-warna dari kayu berupa “chocolate brown”, dipadukan dengan warna-warna yang lebih muda dan putih.  

(gambar 3D ruang keluarga dan ruang makan ke taman)



Pemilihan bentuk
Konsep interior yang digunakan berupaya serasi dengan ruang luar yaitu minimalis, maka bentuk yang digunakan berupa elemen-elemen horizontal & vertikal. Agar terkesan menerus, pada bagian dinding diberikan elemen horizontal berupa besi hollow.

(gambar 3D ruang keluarga) 

ANIMASI ARSITEKTUR
Animasi menggunakan vray
Dalam rangka mencoba hasil rendering vray terhadap animasi, team berusaha membuat animasi pendek bangunan ini. Total rendering animasi kurang lebih sekitar 1-2 minggu bila full, namun karena ini bukan merupakan tugas utama maka total waktu pekerjaan sekitar 1 bulan.
Berikut hasil animasi dari bangunan ini, 
Selamat menikmati… semoga bermanfaat…

 

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: